Terima Kasih Anda Telah Mengunjungi Blog Ini

Blog ini bukan untuk tujuan komersial, bila ada gadget tambahan yang bersifat komersial itu bukan kehendak pemilik blog !

Minggu, 16 Agustus 2026

Nasionalisme dan Islam


by
Budi Wibowo

بسم الله الرحمان الرحيم

Awal Perjuangan Merebut Kemerdekaan

Ketika hendak menentukan dasar negara Republik Indonesia, para pendiri Republik ini dihadapkan berbagai macam alternatip untuk menentukan dasar negara RI. Mereka dihadapkan pada dua golongan yaitu mereka yang memiliki paham kebangsaan dan golongan Islam. Akhirnya pada tgl 22 Juni 1945 terbentuklah konsesus antara dua golongan tersebut dengan melahirkan „Piagam Jakarta“ yang kemudian menjadi dasar negara kita yang disebut Panca Sila.

Sebelum disahkan sebagai dasar negara RI, sila pertama dari Pancasila dalam Piagam Jakarta itu berbunyi sbb:

"Ketuhanan, dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.“
Drs Moh Hatta, mengadakan pertemuan dengan empat anggota PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), yakni KH Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadi Kusumo, Mr.Kasman Singodimejo, dan MR M Hasan, semuanya adalah tokoh-tokoh yang beragama Islam. Kemudian dirubahlah kalimat tersebut menjadi, „Ketuhanan Yang Maha Esa“

Jadi  Pancasila sebagai dasar negara  itu merupakan konsensus atau bentuk perjanjian yang mengikat bagi seluruh rakyat Indonesia.   Allah SWt  mengajarkan bahwa meskipun kita ini berbeda, tapi kita harus tetap bersatu dalam wadah yang kita sebut Negara dalam hal ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Allah SWt berfirman:

كَانَ ألنَّاسُ أُمَّةً وَٰ حِدَةً

Manusia itu adalah umat yang satu.”( Al Baqarah [2]:213 ). 

Oleh sebab itu, kita  dilarang untuk saling menghina, membunuh atau berperang dengan alasan perbedaan suku, ras maupun agama.  Allah SWT menegaskan:

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّ لّةُ أيْنَ مَا ثُقِفُواْ إٍلاَّ بِحَبْلٍ مِّنَ أللهِ وَحَبْلٍ مِّنَ ألنَّاسِ

Mereka itu diliputi kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali mereka berpegang pada tali(agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia.”( Al Imran [3] : 112 ).


***

  1.  NKRI adalah Negara Bangsa bukan Negara Agama.

Jelas bahwa dalam berbangsa dan bernegara di negeri ini,  tidak dikenal dominasi tirani, negeri ini bukan negara agama tapi negeri ini adalah negara bangsa.  Dalam urusan dunia siapapun yang mampu berlaku adil, berbuat kebajikan, memberantas kemiskinan, mencegah perbuatan keji, mungkar dan permusuhan,  dipersilahkan untuk memimpin negeri ini. 

Allah SWT berfirman dalam QS An Nahl [16]:90.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

 وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.  Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran". (QS An Nah [16]:90)..

  1. Konsistensi Umat Islam Sedang Diuji

Dewasa ini telah terjadi fitnah yang luar biasa di negri ini. Menyikapi keadaan tersebut kita harus hati-hati, jangan sampai kita menjadi penyebar fitnah, sebab fitnah itu dosa yang sangat besar.   Mari kita kembali pada pedoman bernegara yang diajarkan Allah SWT melalui Rasulnya dan konsisten bahu membahu menjaga keutuhan NKRI dengan  mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam dasar negara kita.   Kita ikuti anjuran ulama yang menyuarakan persatuan di negeri sehingga kita dan saudara kita yang beragama lain hidup dengan tenang dalam melaksanakan ibadah dan membangun negeri ini.

Allah SWT berfirman.

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

"Serulah (manusia)kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan jalan yang baik.  Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk". (An Nahl [16]:125).

 

Pada ayat lain Allah SWT berfirman:

وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌوَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ

إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara, gereja-gereja, sinagog-sinagog dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah akan menolong orang yang menolongNya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al Hajj [22]:40).

Mari kita berdoa semoga petinggi negeri ini dapat menyelesaikan dengan arif dan bijaksana.  Sehingga ketentraman negeri ini kembali terjaga.  Aaamiin YRA.

Semoga tulisan  singkat ini bermanfaat pada diri saya dan pembaca sekalian sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِئ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْ اَنِ الْعَظِمَ

وَنَفَعَنِئ وَ أِيَكُم بِا لاَيَاتِ وَالْذِّكْرِ الْحَكِيْمَ

وَ قُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ اَنْتَ خَيْرٌ الَّحِمِيْنَ

»»  LANJUT...