Terima Kasih Anda Telah Mengunjungi Blog Ini

Blog ini bukan untuk tujuan komersial, bila ada gadget tambahan yang bersifat komersial itu bukan kehendak pemilik blog !

Senin, 28 Desember 2009

Sholat Khusu'

Oleh Budi Wibowo



Siapakah diri kita ? Diri kita adalah dia yang berada di balik selubung yang bernama badan kita, adalah dia yang berada di balik topeng wajah kita, adalah dia yang diberi tugas untuk menyelamatkan badan kita dan lingkungan di sekitar kita ;

Dia adalah diri kita, yang nanti menghadap di depan raja dari segala raja untuk empertanggungjawabkan tugas yang telah dibebankan kepadanya.




Pengulangan ciptaan manusia terjadi di dalam rahim kaum hawa, bermula dari setetes air mani yang di dalamnya mengandung jutaan sperma. Sperma-sperma itu berlomba untuk menyatu dengan inti sel telur. Ketika sebuah sperma telah berhasil menyatu dengan inti sel telur, maka sperma yang lain tidak dapat lagi bergabung dengan kesatuan tersebut dan reproduksi telur sementara dihentikan. Dalam diri kaum wanita umumnya hanya menghasilkan satu sel telur yang siap dibuahi dalam setiap periode. Maka dari itu kaum ibu umumnya hanya melahirkan seorang bayi saja.

Sebuah sel yang terbentuk dari gabungan antara sperma dan sel telur tadi kemudian berkembang laksana kecambah tumbuhan mengikuti fase-fase tertentu, terbentuklah akar, batang, daun cabang bunga dan buah. Demikian juga pada manusia dari setitik air mani setelah 40 hari berubah menjadi segumpal darah, kemudian setelah 40 hari berubah menjadi segumpal daging, selanjutnya sesudah 40 hari terbentuklah kerangka atau tulang belulang, urat syaraf, jantung, paru-paru, hati dan usus, kaki, kepala lengkap dengan mata, hidung telinga dan mulut serta bahagian-bahagian badan lainnya. Pendek kata jadilah ia monster bakal manusia (janin). Lebih kurang setelah 120 hari (4 bulan) monster tersebut menjadi manusia, karena dia telah memperlihatkan tanda kehidupan yakni dengan indikasi dapat bergerak ke kiri dan ke kanan dalam rahim ibunya.

Ruh, bisa bemakna hidup. Ketika Allah menciptakan Adam Ia tiupkan kedalam monter (patung bakal manusia) yang terbuat dari tanah waktu itu, kemudia jadilah Adam. Sebagimana Firman Allah dalam surat Shaad [38]:72.

فإذاَ سَوَيْتُهُ وَ نَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُوْحِي
 

"Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan ruh (ciptaan)Ku." (Shaad [38]:72).

setelah ruh ditiupkan pada monster tersebut maka organ monter itu mulailah dapat berfungsi sesuai dengan ketentuan Penciptanya.


Kembali pada proses pengulangan kejadian manusia, berdasarkan ayat tersebut sebagian ulama berspekulasi bahwa Allah meniupkan ruh pada janin ketika janin +/- berumur 4 bulan atau 120 hari. Karena setelah usia tersebut janin memperlihatkan tanda-tanda kehidupan. (Wa Allahu a'lamu bishowab)
Maka dari itu tradisi mitoni (berkumpul berdo'a utk. bayi umur 7 bulan dalam kanduangan) pada orang jawa kini mulai bergeser dilakukan pada saat bayi berumur 4 bulan (mapati) dalam kandungan.

Demikianlah kita, selanjutnya kita masuk dalam babak baru dalam kehidupan ini yakni alam dunia. Reflek adalah sebuah istilah manusia yang digunakan untuk menggambarkan gerak yang terjadi dalam diri manusia di luar kendali manusia. Jantung berdenyut, gerak paru-paru menghisap dan menghembus udara melepas karbondioksida dan menangkap oksigen adalah di luar kendali manusia, peristiwa reproduksi rumit yang melibatkan sistem hormonal dan enzymatis yang terjadi dalam tubuh manusia adalah di luar kendali manusia. Itulah tubuh, atau badan atau jasad yang di dalamnya terjadi peristiwa yang menakjubkan di luar kesadaran manusia, peristiwa itu terus terjadi meskipun manusia dalam keadaan tidur.

Tentu kita akan bertanya siapa yang mengendalikan itu semua? Jawabnya, dialah San Hyang Maha Pengendali, "dzat yang maha mengendalikan" yakni Allah swt. Maka dari itu Allah menyindir kepada manusia dengan kalimat Rasul-Nya yang berbunyi , sebagai berikut;

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ



"Siapa yang mengenal dirinya maka dia telah mengenal tuhannya (Pemeliharanya)."

dan Allah berfirman,



وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَهْنُ أقْرَبُ إلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الوَرِيْدِ 


"Dan Kami sesungguhnya telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat dari pada urat lehernya." (Qaf [50]:16).

Jadi kita adalah yang diberi tugas mengelola badan kita yang berimplikasi luas terhadap alam sekitar kita hingga batas waktu tertentu. Rentang waktu itu tidak lama +/- hanya 60 tahun saja.

Kini telah jelas siapa diri kita. Ketika Anda melakukan sholat, camkanlah pemahaman demikian, hadirkan diri Anda yang sebenarnya, yakni Anda adalah ruh yang dulu telah diselubungkan ke dalam badan Anda, kini menghadap kembali di depan dzat yang bergelar raja dari segala raja, dengan penuh penyesalan dan kesedihan karena tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik. Insya Allah Anda akan dapat memelihara kekhusu'an dalam sholat Anda.

وصلّ الله على سيّدنا محمّد وعلى آله و صحبه وسلّم


Semoga uraian singkat ini bermanfaat pada diri saya dan para pembaca sekalian. Amiin.

1 komentar: