Terima Kasih Anda Telah Mengunjungi Blog Ini

Blog ini bukan untuk tujuan komersial, bila ada gadget tambahan yang bersifat komersial itu bukan kehendak pemilik blog !

Minggu, 30 Desember 2012

Renungan Akhir Tahun

By
Budi Wibowo

بسم الله الرّحمان الرّحيم

Bisikan syaithan itu  menyembul dalam bentuk berbagai macam sikap.    Bila kita telisik secara mendalam ternyata sikap itu penuh dengan kebodohan, kekonyolan, sia-sia dlsb. menggiring manusia ke dalam lembah kehinaan baik di hadapan Tuhannya maupun manusia .  Kebodohan, kekonyolan, dan kesia-sian itu  kadang terbungkus  logika yang ilmiah dan kadang pula sama sekali tidak dapat dinalar

***

Di awal penciptaan manusia Iblis diberikan kebebasan oleh Allah SWT, untuk menyesatkan  keturunan Adam hingga hari kiamat.   Dalam suatu hadist disebutkan bahwa akhirnya Iblis bercokol dalam setiap qalbu anak Adam.

Sebenarnya Iblis dan keturunannya itu hanya mampu mempengaruhi manusia melalui bisikan-bisikan  belaka.     Termyata Iblis dengan bisikannya itu  dapat memperdaya manusia,  kecuali manusia yang Iklas penghambaanya kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman ;

وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
".. dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu." (Qs. Al Baqarah: 178).

Ada perbadaan menyolok antara  syaithan  dan manusia   Syaithan tidak pernah lupa  menjerumuskan manusia, syetan berkata

لاأبْرَحُ أغْوى عبادك مادامت ارواحهم فى اجسادهم

“Aku tidak akan pernah berhenti untuk menyesatkan hamba2-Mu selagi roh mereka berada dalam jasadnya (HR Ahmad) 1a

sedangkan manusia  memiliki sikap lupa atau lalai, maka dari itu pada kesempatan manapun syaithan  selalu memanfaatkan kelalaian tersebut.  

Bisikan syaithan itu  menyembul dalam bentuk berbagai macam sikap.    Bila kita telisik secara mendalam ternyata sikap itu penuh dengan kebodohan, kekonyolan, sia-sia dlsb., menggiring manusia ke dalam lembah kehinaan baik di hadapan Tuhannya maupun manusia .  Kebodohan, kekonyolan, dan kesia-sian itu  kadang terbungkus  logika yang ilmiah dan kadang pula sama sekali tidak dapat dinalar.  
Bunga Sakura Indonesia (Bungur China)




Kebathilan berbungkus kebenaran

Sikap para calon pejabat yang pura-pura sebagai dermawan padahal  bertujuan untuk meraih dukungan masyarakat adalah salah satu contoh pembenaran sikap yang sebenarnya hanyalah kebathilan yang dibungkus dengan pembenaran.   Larangan sikap demikian  sebenarnya oleh Allah  SWT telah disampaikan kepada bani Isra’il kala itu, sebagaimana termaktub dalam QS Albaqarah [2] :42

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah kamu campuradukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedangkan kamu mengetahui (QS Al Baqarah [2] :42).

Masyarakat tidak akan tahu sikap mental seperti itu tetapi secara naluriah diri pelaku itu sendirilah yang mengetahui,  karena dalam setiap diri manusia telah disertakan malaikat  untuk membisikkan kebenaran, Q S Ath Thaariq  [86] :4

إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ

“Tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya. (Q S Ath Thaariq  [86] :4 )

Dan masih  banyak lagi hasil bisikan syaithan yang menghasilkan sikap mental demikian. 



Sikap yang tidak bisa dinalar

Nalar seorang muslim yang benar  tidak pernah menemukan kebaikan sedikitpun pada manusia-manusia yang berbuat melampaui batas.   Banyak sikap kaum muslim yang berada di luar koridor  Islam, padahal Allah SWT tidak menganjurkan besikap demikian;

Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas dan pendusta (Q Al Mukminun [23] : 28)

Sikap seorang  kaum muslim harus berada dalam koridor Al Quran dan Sunnah

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang ang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada seuatu yang memberi kehidupan kepada sesuatu (QS Al –Anfal [8 ]:24).

yang mana dari dua pegangan itu ulama telah membongkar atau  menemukan keterangan aplikasinya, baik dari ayat-ayat dan sunnah yang berifat “zhoni” (interpretable) maupun “muhkam”.     Mereka telah berhasil menemukan hukum bahwa amal perbuatan manusia mengikuti fleksibilitas   ahkamul khomsah (hukum yang lima) 1.

Bagaimana mungkin seorang Ibu membunuh anaknya atau seorang anak membunuh orang tuanya ?!    Kadang banyak kaum muslim yang ikut larut dalam acara seremonial kelompok lain hanya sekedar pemuas nafsu belaka  tanpa berfikir bahwa perbuatan itu layak atau tidak menurut syariat.

Begitulah dahsyat dan hebatnya Iblis mempengaruhi anak Adam sebagaimana Ia menipu daya Bapak manusia waktu itu.    Kesemuanya itu hanyalah  untuk merendahkan martabat  yang tidak bisa dinalar menurut  akal sehat.

***


Allah SWT berfirman;

وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا(26)إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا(  27)

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros.    Sesungguhnya pemboros-pemboros itu saudara syaithan , dan syaithan itu adalah sangat ingkar kepada Allah SWT (QS Al Isra’ [17 ]:26-27)

Tabdzir adalah sikap berlaku boros .   Jalalain  menfsirkan bahwa tabdzir adalah

بالإنفاق في غير طاعة الله    membelanjakan harta bukan di jalan  ketaatan kepada Allah SWT 2.    Pelakunya disebut mubadzir .    Sikap ini dapat kita perhatikan  dalam menyambut tahun baru Masehi.    Sering kita dapati sikap berlebihan yang sebenarnya  hanyalah  sebuah sikap di luar nalar seorang muslim yang benar.    Rasul menggambarkan sikap tersebut sebagai hasil bujukan syaithan  berupa mental “membebek” yang bertujuan untuk menghilangkan kesadaran kaum muslimin  hingga terbawa ke dalam lobang biawak  (lobang penderitaan , pen).

Rasul bersada ;

لتركبن سنن من كان قبلكم شبرا بشبر وذراع بذراع حتي لو أن احدهم دخل جحر ضب
لدخلتم و حتى لوأحدهم جامع امرأته باطريق لفعلتموه


Sesungguhnya kalian akan mengikuti jalan-jalan orang sebelum kalian, sedikit demi sedikit (sejengkal-demi sejengkal, sehasta demi sehasta) sampai seandainya mereka masuk ke lubang biawak kalian juga akan mengikuti mereka, bahkan   kalian akan turut mengerjakan semua urusan mereka di lobang yang sempit.  “ (HR Al Hakim dari Ibn Abas dengan sanad shahih) 3

Itulah pesan-pesan yang telah Allah SWT dan Rasulnya ingatkan kepada kaum muslimin yang seharusnya  menjadi bahan renungan bagi kita semua.   

Ada makna tersirat dari semua peringatan  itu bahwa Allah SWT sebenarnya mengajak kaum muslim untuk berlaku cerdik dan  waspada terhadap bujukan syetan.  
Perhatikanayat berikut!
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.  (QS Ali Imran [3]:110).

Untuk membangkitkan kesadaran ini  Allah SWT mewajibkan hamba-Nya agar selalu  memohon kepada-Nya  setiap kali melaksanakan ibadah sholat,

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ(6)صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ(7)

“Tunjukkilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan jalan mereka yang sesat.  (QS Al Fatihah [1]:6-7) .

Semoga uraian singkat ini bermanfaat bagi diri saya dan pembaca sekalian. Amiin.

وصلّ الله على سيّدنامحمّدٍ وعلى آله و صحبه وسلّم


PUSTAKA

Al Qur’an Karim
1a  Al Hayimi, S.A.  1995.  Muhtarul Ahadist.  Terjemah :Mahmud Zaini.  Pustaka
          Amani. Jakarta. Hal 109
Djazuli H.A, Aen Nurol.   2000.  Ushul Fiqh Metodologi Hukum Islam.  PT Raja
          Grafindo Persada.  Jakarta.  Hal  15-19.
Muhamad, Jalaluddin dan Abdurahman, Jalaluddin.    ____.  Tafsir Al Qur’anul
   Adzim.   Jilid  1.  Maktab Imam.  Surabaya Hal.  230.
Imam Suyuti. _______. Al Jaamingush Shogir. Juz II    Maktab  Dar Ihya Alkitab
          Arabiyah. Indonesia. Hal. 122.




===== 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar