Terima Kasih Anda Telah Mengunjungi Blog Ini

Blog ini bukan untuk tujuan komersial, bila ada gadget tambahan yang bersifat komersial itu bukan kehendak pemilik blog !

Jumat, 08 Desember 2017

Merawat Kebahagiaan

Merawat Kebahagiaan

by
Budi Wibowo

بسم الله الرّحمام الرّحيم

Bila engkau telah melihat sebuah istana megah yang tak tertandingi, sedang pemiliknya yang ramah dan lembut  memanggil-manggilmu, tentu kegembiraan yang engkau rasakan,  sambutlah segara panggilan itu,  biarkan anjing menggonggong di pintu gerbangnya,  lemparkan sepotong roti dari balik jubahmu, niscaya mereka akan berhenti menyalak.  Engkau akan bahagia bersanding tuan rumah sebab saling merindu
***
Bila kita berada di tengah padang pasir atau di jalan aspal yang sepi  terlihat nun jauh di sana seperti  ada oase ( genangan air), bahkan bangunan gedung-gedung kadang terlihat di sana.  Padahal jika kita kejar  untuk menjemput  tempat  tersebut tidak akan  pernah kita dapatkan.  Fenomena inilah yang kita sebut fatamorgana, adalah tipuan mata yang membentuk ilusi keberadaan air atau gedung-gedung yang diharapkan.     Allah SWt menerangkan bahwa kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdaya (QS 57: 20).   Fatamorgana adalah salah satu contoh nyata dari firman tersebut.

Rasa bahagia menjadi  tujuan semua hamba Allah di jagat raya ini, banyak ditempuh dengan cara mengumpulkan harta, jabatan dan sebagainya.   Padahal rasa bahagia  tidak dapat diukur dengan keberadaan harta, jabatan, gelar, kecantikan atau ketampanan dan sabaginya yang dimiliki seseorang.   Lantas mengapa setiap hamba mencari kebahagiaan kalau memang itu hanya memperdayai manusia?  Sangat aneh dan unik bukan ?   Seperti  halnya dengan fenomena fatamorgana,  orang yang tidak memahami hakekat kebahagiaan akan terjebak sebagaimana  halnya  pengejar bayangan air dalam fenomena fatamorgana.   Jadi bahagia itu pada hakekatnya adalah rasa nikmat yang merasuk ke dalam jiwa manusia sebab sesuatu yang terengkuh ke dalamnya,  bersifat mudah lepas bergantung bagaimana manusia itu merawatnya.

Manusia selalu menginginkan  hidup  bahagia terus menerus hingga ajal menjemput.   Artinya bila bola bahagia itu sudah terengkuh jangan sampai  bola tersebut  terlepas dari dekapannya.   Sebenarnya keinginan Allah SWt juga demikian  adanya pada manusia, bedanya Allah berkedudukan sebagai penguji sedang manusia hanyalah sebagai obyek yang tidak memiliki kemampuan balik untuk menguji-Nya.  Inilah yang membedakan manusia dengan Tuhannya dan kesadaran seperti inilah yang harus menjadi pegangan yang benar-benar selalu disadari  manusia.   Untuk mempertahankan bola kebahagiaan itu  Allah SWt mengajari  hamba-Nya melalui beberapa firman, di  antaranya seperti berikut;

-          Selalu mempelajari firman-firman-Nya (ayat-ayat qauliyah) dan memperhatikan peristiwa yang terjadi di hadapannya (ayat-ayat kauniyah).

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْءَانِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَى أَكْثَرُ النَّاسِ إِلَّا كُفُورًا

Dan sungguh Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al Qur’an ini dengan perumpamaan,  tetapi kebanyakan manusia tidak menyukai nya bahkan mengingkari(nya).” (QS Al Isra [17]:89).

Di balik ayat di atas terdapat makna bahwa untuk memelihara rasa bahagia itu manusia agar selalu mengingat (dzikir) Tuhannya dalam artian selalu menyebut, mempelajari dan mengingat pesan-pesan Tuhan-Nya.

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi teenang.”(QS Ar’ad[13]:28)

-          Selalu berdiri di jalan-Nya (Istiqomah).

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا
بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ(30)نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan :”Tuhan Kami ialah Allah”, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka , maka malaikat akan turun kepada mereka  (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan memeperoleh surga  yang telah dijanjikan Allah SWt kepadamu,.  Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat.”(QS Al Fushilat [41];30-31).

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً

Dan bahwasanya bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu  (agama Islam) benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).”(QS Al Jin [72]:16).

Air yang segar dapat diartikan sebagai kegembiraan atau kebahagiaan  berupa rezeki yang banyak.

-          Selalu mensyukuri atas apa yang diterimanya.

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Sesungguhnya jika kamu bersyukur , pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari  (nikmat-Ku), maka sesungguhnya Adzab-Ku sangat pedih.”(QS Ibrahim [14]:7).

Nikmat bisa berarti kegembiraan atau kebahagiaan. Syukur dalam arti luas berarti mengungkapkan perasaan puas dalam hati dan lesan serta dalam bentuk tindakan yakni merasa ringan dalam melaksanakan perintah dan  larangan-Nya atas nikmat yang diterimanya sekalipun sedikit.

-          Tidak putus asa  mencari rezeki dunia, bukan hanya duduk di tempat peribadatan.

وَابْتَغِ فِيمَا ءَاتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan ) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan)  duniawi.”(QS  Al Qashas [28]:77)

-           Selalu bersikap qona’ah
القَنَاعَةُ مَالُ لاَ يَنْفَدُ

“Qona’ah adalah harta yang tidak akan hilang.” (HR Imam Suyuti dari Anas r.a salam kitab Jami’us Shagir).

Qona’ah adalah sikap yang mengedepankan bahwa apa yang diperoleh sedikit atau banyak adalah pilihan Allah SWt yang terbaik.  Dengan demikian hamba selalu memelihara prasangka baik kepada Tuhannya.

Demikian menyikapi kehidupan di bumi ini.  Semoga bermanfaat bagi diri penulis dan pembaca sekalian.  Aamiin.
وصلّ الله على سيّدنامحمّدٍ وعلى آله و صحبه وسلّم
Wallahu ‘alamu bishawab.   
***
Bila engkau telah melihat sebuah istana megah yang tak tertandingi, sedang pemiliknya   selalu memanggil-manggilmu, tentu kegembiraan yang engkau rasakan,  sambutlah segara panggilan itu,  biarkan anjing menggonggong di pintu gerbangnya,  lemparkan sepotong roti dari balik jubahmu, niscaya mereka akan berhenti menyalak.  Engkau akan bahagia bersanding tuan rumah sebab saling merindu.

Bdl, Des. 2017
Rabiul Awal 1439 H

Al Faqir
BW

Tidak ada komentar:

Posting Komentar