Terima Kasih Anda Telah Mengunjungi Blog Ini

Blog ini bukan untuk tujuan komersial, bila ada gadget tambahan yang bersifat komersial itu bukan kehendak pemilik blog !

Selasa, 28 November 2017

Orang Berilmu


by
Budi Wibowo

بسم الله الرّحمام الرّحيم

Segala fenomena di alam ini sebenarnya wujud dari kalam (kalimat) Ilahi.  Hanya orang-orang tertentu sajalah yang mampu  melihat , menggali dan menangkap kalimat-kalimat tersebut dalam kehidupannya.   وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ    “Dan tidak ada yang mengetahuinya  (perumpamaan-perumpamaan yang dibuat Allah) melainkan orang-orang yang berilmu .” (QS Al Al ‘Ankabut [29]:43).)    Dalam Al Qur’an Allah SWt telah banyak mengisyaratkan kalam-kalam tersebut,  salah satunya adalah sbb;

مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ 
فُطُورٍ(3)ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ

كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ(4)

Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang maha Pengasih.  Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat ?  Kemudian ulangi pandanganmu sekali lagi , niscaya pandanganmu akan kembali lagi kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia dalam keadaan letih”. (QS Al Mulk [67]:3-4).

Firman tersebut menyuratkan bahwa segala sesuatu yang terhampar di jagat raya ini  menggambarkan fenomena sebab dan akibat, oleh karena itu Allah SWt berfirman  “Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang”,  kemudian Dia menantang manusia agar menggali dan mencari adakah cacat dalam ciptaan-Nya itu?   Sampai kapanpun manusia tidak akan bisa menyangkal fenomena tersebut.   Ini tergambar dari firman Allah SWt berkutnya, “Kemudian ulangi lagi pandanganmu sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali lagi kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia dalam keadaan letih.” 

Manusia hanya mampu memilah-milah fenomena tersebut ke dalam berbagai disiplin Ilmu.   Kaidah-kaidah yang tercipta dalam setiap disipin ilmu itulah sebenarnya sebagian dari kalam-kalam Ilahi.
Kalam itu  ibarat  samudra dan apa yang telah ditangkap manusia hanyalah sebanyak air celupan yang terkumpul di ujung jarum.  Allah SWt berfirman dalam Al Kahfi 109;

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي

Katakanlah : ”Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis ) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku.” (QS Al Kahf [19]:109).

Sangat beruntung hamba yang mampu menangkap isyarat demikian, mereka itulah sebenarnya orang  berilmu,  orang yang mendapat anugerah yang banyak dari Tuhannya.

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang  Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki.  Dan barang siapa yang dianugerahi Al Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak.  Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah) .“(QS Al Baqarah [2]:269).

Jalallain menerangkan arti hikmah dalam ayat di atas sebagai ilmu yang berguna yang dapat mendorong manusia untuk bekerja dan berkarya.  Jadi orang  berilmu  adalah orang yang mendapat anugerah besar dari Allah SWt berupa pemahaman yang mendalam  tentang Al Qur’an dan As Sunnah serta fenomena sebab akibat yang diciptakan-Nya di jagat raya ini ,  menyadari  akan  ketentuan yang  dialaminya dan   dipastikan dia semakin takut pada Tuhannya, takut akan siksa dan  kehilangan kasih sayang-Nya.
  
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama .’(QS Al Fathir [35]:28).

Jadi bukanlah golongan orang berilmu orang yang tidak memiliki kefahaman Al-Qur’an dan As Sunnah dan jika semakin bertambah pengetahuan tidak menambah takut akan Tuhannya.  WAllahu  ‘alamu bishawab.

***
Semoga tulisan ini dapat menjadi  pendorong pembaca sekalian untuk meningkatkan kemampuan diri  dalam memahami  Al Qur’an dan As Sunnah serta profesi yang digelutinnya.  Aamiin Ya Robbal ‘alamin.
وصلّ الله على سيّدنامحمّدٍ وعلى آله و صحبه وسلّم

Bdl, Nop ‘17/Robiul Awal 1439 H

       Al Faqir
       BW

Tidak ada komentar:

Posting Komentar