Terima Kasih Anda Telah Mengunjungi Blog Ini

Blog ini bukan untuk tujuan komersial, bila ada gadget tambahan yang bersifat komersial itu bukan kehendak pemilik blog !

Selasa, 04 Agustus 2015

Tiada Sesuatu yang Bermanfaat Kecuali Menambah Kedekatan Kita Kepada Allah SWT

by

Budi Wibowo

بسم الله الرّحمان الرّ حيم


Tiada sesuatu yang bermanfaat kecuali sesuatu itu menambah kedekatan kita kepada Allah SWT.  Allah SWt menciptakan kata “sesuatu” untuk menyatakan ciptaan-Nya (makhluk) yang dalam nalar orang yang berpikir adalah bumi langit dan seisinya yang terhampar di hadapan kita.   Yang terhampar itu bukan sekedar materiil belaka tetapi juga hal yang bersifat immateriil.   Jadi sesuatu  itu bisa benda, pengetahuan, jabatan,  keburukan atau kebaikan yang kita lakukan dan sebagainya, semua terwakili dengan kata “sesuatu”.  

Allah SWt mengajari kita;

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ       

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. (QS Asy Syuura [42]:11)

Sesuatu itu tidak mirip dengan Penciptanya karena itu tidak mungkin Pencipta dikalahkan makhluknya, artinya tidak mungkin Tuhan memiliki kelemahan di hadapan makhluknya.
Para filsuf  menggambarkan bahwa sesuatu itu adalah jejak-jejak Tuhan yang membuktikan bahwa Tuhan itu ada. 

Tuhan mengajari kita bahwa sesuatu itu tidak boleh melenakan kita dari pada-Nya.  Meski perintah ini tidak secara jelas disebutkan, cukuplah statement (Firman) Allah SWt di bawah ini dirasa sangat keras bagi orang yang mau berpikir.

وَمَاالحَيَوَاةُالدُّنْيَاإلاَّ مَتَاعُ الغُرُورِ


”Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (Al Hadid [57]:20)

Di balik pernyataan tersebut ada perintah tegas menyatakan bahwa manusia jangan tertipu oleh sesuatu, karena  Allah SWt tahu bahwa manusia banyak yang tidak menuruti perintah-Nya (banyak yang tertipu). 

إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ   وَإِنَّهُ عَلَى ذَلِكَ لَشَهِيدٌ    وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar (tidak bersyukur) kepada Tuhannya, dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya, dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan (QS Al ‘Adiyat [100]:6-8).

Ketika kita sadar bahwa ada kehadiran Tuhan dalam sesuatu kita termasuk orang yang tidak tertipu. Maka ketika kita mendapat suatu kemudian lebih memperhatiakan kepada pemberi sesuatu (Allah Swt) manggambarkan kita adalah hamba yang telah mampu membaca keberadaan Allah SWt.  Adalah suatu kebodohan jika kita semakin banyak tahu sesuatu tidak menambah   kedekatan kita kepada Allah SWt.

Waallahu ’alamu bishawabi

Medio, 4 Agt '15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar